Selasa, 02 Juli 2013

7 aspek kelayakan usaha



7 ASPEK KELAYAKAN USAHA
1.      Aspek pasar dan pemasaran adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input.
2.      Aspek teknis adalah aspek tehnik yang dibuat dengan jelas agar tehniknya dapat di analisis secara tepat.
3.      Aspek keuangan adalah aspek yang tujuannya menghasilkan benefit dan profit.
4.      Aspek institutional, organisasional, manajerial adalah badan pelaksana badan buntuk organisasi yang sistem pengelolaannya dari usaha yang direncanakan.
5.      Aspek lingkungan adalah analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang sangat berpengaruh terhadap lingkungan baik positif, maupun negative.
6.      Aspek legalitas adalah aspek yang tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah dan hokum.
7.      Aspek social dan ekonomi adalah aspek yang digunakan dalam proyek besar yang direncanakan dalam hal ekonomi.

13 aspek pertanyaan


13 aspek kewirausahaan
1.      Kapan ia mulai usaha dan dimana ?
Pada saat tahun 2013 bertempat di jalan H.ali

2.      Apakah ia mengembangkan usahanya sebagai usaha mandiri ?
Tidak,karena ia membeli usaha franchise.

3.      Sumber modal usahanya adalah dana sendiri atau dari luar, sebutkan !
Sumber modalnya dari dana sendiri kurang lebih 15 juta

4.      Dimana pada awalnya ia memasarkan produk ?
Hanya di lingkungan rumah, namun dari mulut ke mulut dan melalui media social.

5.      Apakah dengan produk yang sama ?
Sampai saat ini produk yang dijual masih sama.

6.      Siapa pemilik dari usaha tersebut pada saat awal hingga saat ini ?
Saat ini pemilik tersebut masih sama

7.      Apa bentuk kepemilikannya ?
Bentuk kepemilikannya yaitu franchise cappucino cincau

8.      Berapa tenaga kerja yang di gunakan pada saat awal hingga saat ini ?
Kurang lebih nya terdapat 5 orang karyawan.

9.      Apakah ada sistem manajemen tertentu yang diterapkan pada saat sekarang?
Ada yaitu sistem bagi hasil yang diterapkan.
10.  Apakah ada orang yang ditunjuk sebagai ketua atau koordinator dalam kegiatan usaha,bagaimana cara penunjukan ketua dan coordinator tersebut?
Coordinatornya yaitu orang yang membeli franchise tersebut.

11.  Apakah ada prestasi yang dicapai usaha tersebut?
Ada,yaitu banyak terdapatnya usaha ini diluar daerah.
12.  Memurut anda apakah usaha tersebut usaha sukses?
Iya saya mengatan sukses, karena hasil dan pendapataannya terbilang tinggi selain itu banyak yang berminat untuk mencoba produk tersebut.

13.  Apakah menurut anda usaha tersebut dapat bertahan lama dan berkembang?jelaskan?
Iya, karena sampai saat ini produk cappucino cincau banyak diminati oleh kalangan masyarakat terutama kaum muda.

Senin, 01 Juli 2013

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN


MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
FAHRI AFRIAN



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

Banyak jalan menuju Roma. Ujar-ujar itu sering diucapkan kepada orang-orang yang kerap menemui jalan buntu dalam upayanya mewujudkan impian. Di saat jalan yang sedang dilalui mentok, sesungguhnya masih banyak jalan-jalan lain yang bisa ditempuh, demi satu tujuan: sukses dan bahagia.





BAB II
PEMBAHASAN

B. Topik Pembahasan
1.   PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfiah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Ia juga memiliki leutamaan, kreatifitas, dan teladan dalam menangani usaha atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada kemampuan sendiri atau kemandiriannya. Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.



Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi inikewirausahaan adalah lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.







9 ASPEK WIRAUSAHA

1.      Peluang usaha baru

Untuk peluang usaha baru terbilang ada namun masih menggeluti usaha ini dikarenakan masih memikirkan peluang usaha apa yang di lakukan tetapi teteap memakai bahan utama untuk bahan pokonya (cincau)

2.      Pembiayaan

75% untuk franchise dan 25% untuk pemilik yang harus dibayarkan tiap  bulannya.

3.      Pemasaran

Usaha ini di lakukan dengan cara dari mulut kemulut dan dari media social seperti twitter dan facebook.

4.      Kepemilikan

Kepemilikan usaha ini adalah franchise yaitu hasil untung ataupun rugi harus dibagikan kepada pemilik franchise tersebut
5.      SDM
Memakai karyawan dan gaji yang dibayarkan tiap bulannya.

6.      Organisasi

Tidak ada sistem organisasi di karenakan usaha ini terbilang usaha franchise.

7.      Kepemimpinan

Kepemimpinan dikelola oleh orang yang membeli franchise tersebut.







8.      Evaluasi

Hingga saat ini usaha yang di jalankan selalu melakukan evaluasi walaupun produk yang dijualkan terbilang banyak diminati oleh masyarakat,terutama kaum muda.


9.      Pengembangan usaha
Pengembangan usaha baru dimulai pada tahun 2013


2. ANALISIS KEBERHASILAN

A.    Kebutuhan pokok

1.      Untuk pangan, papan, sandang, kesehatan,tercukupi

2.      Hutang
Hutang masih ada yaitu bagi hasil antara pemilik franchise dan owner.
3.       Gaya hidup
Sederhana, karena menyesuaikan dengan pendapatan.


B.     Hutang

Hutang di usaha ini hanya sebatas bagi hasil.



C.     Manfaat untuk orang lain

Bisa memperkrjakan tenaga dan memberikan peluang kerja untuk orang lain.

D.    Gaya hidup

Gaya hidup wirausaha ini sederhana karena ia lebih berfikir untuk menginvestasikan sebagian hasilnya untuk kebutuhan di masa yang akan datang.



13 aspek kewirausahaan
1.      Kapan ia mulai usaha dan dimana ?
Pada saat tahun 2013 bertempat di jalan H.ali

2.      Apakah ia mengembangkan usahanya sebagai usaha mandiri ?
Tidak,karena ia membeli usaha franchise.

3.      Sumber modal usahanya adalah dana sendiri atau dari luar, sebutkan !
Sumber modalnya dari dana sendiri kurang lebih 15 juta

4.      Dimana pada awalnya ia memasarkan produk ?
Hanya di lingkungan rumah, namun dari mulut ke mulut dan melalui media social.

5.      Apakah dengan produk yang sama ?
Sampai saat ini produk yang dijual masih sama.

6.      Siapa pemilik dari usaha tersebut pada saat awal hingga saat ini ?
Saat ini pemilik tersebut masih sama

7.      Apa bentuk kepemilikannya ?
Bentuk kepemilikannya yaitu franchise cappucino cincau

8.      Berapa tenaga kerja yang di gunakan pada saat awal hingga saat ini ?
Kurang lebih nya terdapat 5 orang karyawan.

9.      Apakah ada sistem manajemen tertentu yang diterapkan pada saat sekarang?
Ada yaitu sistem bagi hasil yang diterapkan.
10.  Apakah ada orang yang ditunjuk sebagai ketua atau koordinator dalam kegiatan usaha,bagaimana cara penunjukan ketua dan coordinator tersebut?
Coordinatornya yaitu orang yang membeli franchise tersebut.

11.  Apakah ada prestasi yang dicapai usaha tersebut?
Ada,yaitu banyak terdapatnya usaha ini diluar daerah.
12.  Memurut anda apakah usaha tersebut usaha sukses?
Iya saya mengatan sukses, karena hasil dan pendapataannya terbilang tinggi selain itu banyak yang berminat untuk mencoba produk tersebut.

13.  Apakah menurut anda usaha tersebut dapat bertahan lama dan berkembang?jelaskan?
Iya, karena sampai saat ini produk cappucino cincau banyak diminati oleh kalangan masyarakat terutama kaum muda.



7 ASPEK KELAYAKAN USAHA
1.      Aspek pasar dan pemasaran adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input.
2.      Aspek teknis adalah aspek tehnik yang dibuat dengan jelas agar tehniknya dapat di analisis secara tepat.
3.      Aspek keuangan adalah aspek yang tujuannya menghasilkan benefit dan profit.
4.      Aspek institutional, organisasional, manajerial adalah badan pelaksana badan buntuk organisasi yang sistem pengelolaannya dari usaha yang direncanakan.
5.      Aspek lingkungan adalah analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang sangat berpengaruh terhadap lingkungan baik positif, maupun negative.
6.      Aspek legalitas adalah aspek yang tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah dan hokum.
7.      Aspek social dan ekonomi adalah aspek yang digunakan dalam proyek besar yang direncanakan dalam hal ekonomi.
BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP


A.    KESIMPULAN

1.      PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Kewirausahaan adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya.

2.      HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN
Dari beberapa konsep yang ada, ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut yaitu : nilai, kemampuan, proses penerapan kreativitas dan inovasi, usaha, sesuatu yang baru, dan nilai tambah

3.      CIRI – CIRI DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Terdapat beberapa ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:
Ø  Percaya diri
Ø   Berorientasikan tugas dan hasil
Ø  Pengambil risiko
Ø  Kepemimpinan
Ø  Keorisinilan
Ø  Berorientasi ke masa depan
        




Karakteristik kewirausahaan yaitu :
Ø  tanggung jawab
Ø  resiko
Ø  Percaya
Ø  umpan balik
Ø  prioritas ke masa depan
Ø  semangat kerja
Ø  prestasi
Ø  ketrampilan.

4.      PERAN WIRAUSAHAAN DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL
Ø    Mengurangi pengangguran
Ø   Meningkatkan pendapatan masyarakat
Ø    Menciptakan lapangan kerja
Ø    Mengombinasikan faktor–faktor produksi
Ø    Meningkatkan produktivitas nasional



B.     PENUTUP

Alhamdulilah berkat kesempatan yang diberikan Allah SWT  makalah ini dapat terselesaikan sesuai waktunya. Demikian yang dapat kami sampaikan dan tulisan dalam makalah ini , jika ada kekurangan maka kami selaku penulis memohon maaf yang sebesar besarnya serta besar harapan kami untuk mendapatkan saran-saran yang bermanfaat.